Bahaya sampah plastik yang mencemari lingkungan sudah sangat mengkhawatirkan. Sebagai masyarakat, kita perlu turut andil dalam mengurangi pencemaran akibat sampah plastik ini. Bukan hanya orang dewasa saja, anak-anak juga harus memiliki kesadaran bijak plastik sejak dini untuk membantu mengurangi dampak sampah plastik.

Kegiatan Jumat Bersih
Cara sederhana untuk menimbulkan kesadaran akan bahaya plastik pada anak bisa dimulai dengan menggagas kegiatan “Jumat Bersih”. Setiap hari Jumat, ajak siswa untuk mengumpulkan dan memilah sampah yang ada di lingkungan sekolah.
Sampah yang terkumpul harus dipilah sesuai dengan jenisnya. Sampah plastik seperti gelas atau botol minuman dan bungkus makanan harus dikumpulkan sendiri agar bisa disalurkan ke bank sampah yang menampung sampah-sampah plastik.

Tidak Membeli Makanan Berbungkus Plastik
Hampir semua siswa-siswi dari sekolah dasar sampai tingkat menengah atas pasti suka membeli makanan atau jajanan di lingkungan sekolah. Sayangnya, sebagian besar jajanan ini dibungkus oleh plastik.
Nah, untuk mengurangi sampah plastik, pihak sekolah dapat menghimbau para siswa untuk tidak membeli makanan berbungkus plastik. Jika terpaksa membeli, siswa dapat berinisiatif untuk membawa tempat makan sendiri sebagai wadah makanan yang dibelinya.

Menolak Sedotan dan Gelas Plastik dari Kantin
Saat ini, sejumlah restoran di Indonesia sudah turut mengurangi penggunaan sedotan pada minuman yang disajikan. Namun, kantin atau warung di sekitar sekolah agaknya belum mengurangi penggunaan sedotan atau gelas plastik.
Di sini, para siswa dapat menolak penggunaan sedotan atau gelas plastik dari minuman yang dibeli di kantin atau warung makan di sekitar sekolah. Solusinya, siswa dapat membawa sedotan stainless atau tumbler sendiri untuk menempatkan minuman yang dibeli. Sebuah aksi sederhana yang dapat membantu mengurangi sampah plastik, bukan?
