Nama percobaan: Pembuatan rangkaian lampu paralel secara sederhana

Tujuan percobaan:
Untuk mengetahui proses aliran arus listrik secara paralel pada lampu
Alat dan bahan:
Cutter atau gunting Selotip atau lakban
Baterai
2 Saklar
2 Bohlam lampu
Kabel Papan kayu triplek Lem

Langkah kerja:
Tentukan titik letak komponen listrik (baterai, saklar, dan lampu) pada triplek yang akan dijadikan area percobaan. Tempelkan baterai, saklar, dan 2 bohlam lampu menggunakan isolasi di area percobaan yang telah ditentukan.
Pastikan posisi kutub positif dan negatif baterai telah diletakkan dengan baik. Kupas bagian ujung kabel menggunakan cutter. Setelah itu tempelkan dan sambungkan pada baterai.
Pasangkan bagian ujung lainnya dengan saklar, untuk mencari tahu panjang kabel yang dibutuhkan. Seusai mengetahui jarak dan panjang kabelnya, potong kabel tersebut dan kupas bagian ujung lainnya yang akan ditempel pada saklar.
Sambungkan kedua ujung bagian kabel tersebut menggunakan kabel lainnya yang telah dikupas terlebih dahulu bagian ujungnya. Setelah itu sambungan kabel dihubungkan dengan saklar dan bohlam lampu pertama. Ulangi langkah di atas pada bolah lampu kedua.
Baterai, saklar, dan bohlam lampu kedua harus tersambung dengan baik menggunakan kabel. Coba nyalakan rangkaian listrik tersebut setelah kabel pada baterai, saklar, dan lampu terpasang dengan baik. Jika belum menyala, cek kembali apakah sambungan kabel sudah tepat.
Apabila lampu sudah menyala, tempelkan isolasi pada tiap sambungan kabel yang terpasang. Kesimpulan: Rangkaian paralel membuat lampu yang terhubung dengan baterai dan saklar dapat menyala dengan baik. Apabila bohlam lampu pertama dimatikan, bohlam lampu kedua masih menyala.
Begitu pula sebaliknya. Hal ini bisa terjadi karena kedua lampu berasal dari sumber listrik yang sama. Sehingga bisa dimatikan atau dinyalakan memakai saklar lampu.
