Tiga Instrumen ANBK
Adapun instrumen dari ANBK terdiri atas tiga yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Berikut penjelasan dari masing-masing instrumen:

Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. Literasi dan numerasi itu menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat terlepas dari bidang kerja dan karier yang ingin mereka tekuni di masa depan.
Kemampuan literasi dan numerasi ini bukan berarti mengalihkan fokus dari mata pelajaran. Kemampuan ini justru akan membantu murid untuk mempelajari bidang ilmu lain terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis atau kuantitatif.
Survei karakter yang dirancang untuk mengukur pencapaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Profil Pancasila itu terdiri dari Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
Instrumen ketiga ANBK dilakukan dengan cara survei lingkungan belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Apakah ANBK Berpengaruh pada Nilai Kelulusan?
Perlu digarisbawahi bahwa ANBK tidak ada konsekuensinya untuk sekolah dan murid. Pasalnya, program ini pada dasarnya adalah pemetaan agar pemerintah bisa mengetahui kondisi sebenarnya dari masing-masing satuan pendidikan sebagai bahan evaluasi.
Singkatnya, Asesmen Nasional dilakukan sebagai pemetaan dasar (baseline) dari kualitas pendidikan di lapangan. Melalui ANBK yang dirancang lebih berfokus, diharapkan adanya perbaikan kualitas dan layanan pendidikan yang semakin efektif.
