
Proses belajar sering melibatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta didik. Belajar bukan sekedar menerima informasi dari orang lain, tetapi belajar sesungguhnya memerlukan motivasi yang tinggi dan suasana yang mendukung proses belajar. Proses belajar yang dimaksud adalah proses dimana peserta didik terlibat langsung dalam melakukan aktivitas, kreativitas, dan inovasi dalam pembelajaran. Selain itu proses belajar dapat memberikan kenyamanan dan kemerdekaan bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan mengenali diri dan kebutuhannya dalam belajar.

Untuk mendukung proses tersebut Inkuiri Apresiatif melalui tahapan BAGJA merupakan salah satu model yang cocok untuk diterapkan. Inkuiri Apresiatif adalah suatu filosofi atau landasan berfikir yang berfokus pada upaya kooperatif menemukan hal fositif dalam diri seseorang baik masa lalu, masa kini, maupun masa yang akan datang. Selain itu Inkuiri Apresiatif sebuah paradigma sekaligus model manajemen perubahan yang memegang prinsip psikologi positif, pendidikan positif dan pendekatan berbasis kekuatan. Sedangkan BAGJA merupakan model manajemen perubahan yang merupakan akronim dari Buat pertanyaan utama, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, Atur eksekusi. Antara Inkuiri Apresiatif dan BAGJA sama-sama mempunyai peranan penting yaitu menciptakan sebuah model manajemen perubahan yang menentukan arah sekolah untuk mewujudkan visi sekolah yang memberikan kemerdekaan belajar bagi peserta didik.
Berbekal materi pada pendidikan guru penggerak, sekolah melakukan pemetaan sumber daya lewat tahapan BAGJA kemudian memanfaatkan lahan kosong disamping masjid untuk dijadikan Taman Literasi sebagai sarana belajar, bermain dan berdiskusi.
