Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang di dalamnya terdapat perilaku pura-pura (berakting) dari siswa sesuai dengan peran yang telah ditentukan, dimana siswa menirukan situasi dari tokoh-tokoh sedemikian rupa dengan tujuan mendramatisasikan dan mengekspresikan tingkah laku, ungkapan, gerak-gerik seseorang dalam hubungan sosial antar manusia.

Metode bermain peran dapat menimbulkan pengalaman belajar, seperti kemampuan kerjasama, komunikatif, dan menginterpretasikan suatu kejadian. Melalui bermain peran, siswa mencoba mengeksplorasi hubungan-hubungan antar manusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama para siswa dapat mengeksplorasi perasaan-perasaan, sikap-sikap, nilai-nilai, dan strategi pemecahan masalah.

Tujuan Bermain Peran
Memberikan pengalaman konkret dari apa yang telah dipelajari.
Mengilustrasikan prinsip-prinsip dari materi pembelajaran.
Menumbuhkan kepekaan terhadap masalah-masalah hubungan sosial.
Menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa.
Menyediakan sarana untuk mengekspresikan perasaan yang tersembunyi dibalik suatu keinginan.

Metode bermain peran dalam proses belajar memiliki tujuan agar siswa dapat menghayati peranan apa yang dimainkan, mampu menempatkan diri dalam situasi orang lain yang dikehendaki guru. Menurut Santoso (2011), tujuan bermain peran adalah agar siswa dapat:
Memahami perasaan orang lain.
Menempatkan diri dari situasi orang lain.
Mengerti dan menghargai perbedaan pendapat.

Dalam pelajaran bahasa Indonesia kali ini adalah murid memerankan bagaimana Tragedi Puisi Karawang Bekasi.
