Desain Rekayasa
Salah satu materi dalam Diklat Guru Pembina Ekstrakurikuler IPA adalah desain rekayasa. Dalam handout desain rekayasa dijelaskan kalau desain rekayasa sedikit berbeda dengan ilmu pengetahuan, sebab teori dan hipotesis tidak dapat diuji melalui percobaan laboratorium.

Desain rekayasa merupakan teknologi mencakup berbagai pokok persoalan yang jauh lebih luas, meliputi pembahasan tentang manusia dan organisasi. Oleh karena itu, desain rekayasa harus dianggap sebagai teknologi. Desain rekayasa merupakan aktivitas total yang diperlukan untuk mengadakan dan mendefinisikan solusi-solusi untuk masalah yang belum dipecahkan sebelumnya.

SMPN 7 Bekasi berada di wilayah perumahan persis dibelakang kali, maka permasalahan utama saat hujan adalah Banjir, dalam pelatihan ini Tim dari SMPN 7 Bekasi, SMP N 4 Bekasi, SMPN 15 Bekasi, SMP N 17 Bekasi membuat sebuah alat pendeteksi banjir sederhana.
Cara Membuat Pendeteksi Banjir Sederhana. Berikut cara-caranya :
Teori yang di gunakan dalam pembuatan Alat Pendeteksi banjir ini adalah :
1.Teori Archimedes
“Setiap benda yang berada di dalam suatu fluida, maka benda itu akan mengalami gaya ke atas (yang
disebut gaya apung) seberat zat cair yang dipindahkan”
2.Teori Rangkaian Listrik
“Rangkaian Seri dan Paralel”
Alat dan Bahan :
1.Bola ping-pong 6.Lampu LED
2.Batrei 7.Bel
3.Kayu/papan 8.Air
4.Plat Penghantar Listrik 9.Toples/Semacamnya
5.Alumunium voil 10.Kabel

Cara Pembuatan :
- Siapkan alat dan bahan
- Buat penampung air
- Pasang tiang penyangga, baterai dan
dudukannya pada papan - Buat Pelambung dari bola pingpong
- Hubungkan kutub negatif dengan kabel ke
pelampung - Hubungkan kutub positif dengan kabel pada
pelat yang sudah terhubung dengan lampu serta bel - Isi alat penampung dengan air sampai
pelampung menyentuh pelat pada penyangga
